Casa NC-212 Serie 200

Casa NC-212 Serie 200

Sabtu, 24 November 2012

Turbo Propeller Engine (TPE)




Turbo propeller Engine atau bisa juga di sebut turbo prop adalah salah satu jenis mesin pesawat terbang, tergolong dalam jenis Gas turbine Engine.Memanfaatkan baling-baling (propeller)untuk menghasilkan gaya dorong pada pesawat.Mesin ini digunakan pada pesawat Casa-212, Hercules C-130, Fokker 27 dan pesawat berbaling-baling lainnya, merupakan pengembangan dari turbojet engine.
Prinsip kerja mesin ini sama dengan mesin turbojet, hanya bila pada turbo jet hasil pembakaran yang menghasilkan tekanan langsung di manfaatkan sebagai daya dorong dengan langsung mengeluarkan nya melalui exhaust (saluran buang mesin) yang di buat kerucut (konvergent)sehingga membentuk nozzle yang menyemburkan tekanan tinggi dari gas buang.Pada turbo prop engine gas buang tersebut hanya digunakan untuk memutar turbin yang kemudian untuk memutar propeller, putaran propeller itulah yang menghasilkan daya dorong sehingga pesawat dapat bergerak maju.
Kelebihan pesawat yang menggunakan mesin ini adalah dapat takeoff dan landing pada landasan yang pendek dan pesawat dapat bermanuver baik pada berbagai tingkat ketinggian terbang.
Cara kerja secara umum mesin ini adalah, Udara luar dihisap masuk melalui saluran masuk(intake) oleh Compressor yang memiliki beberapa tingkatan untuk menghasilkan tekanan udara yang lebih besar, untuk kemudian tekanan tinggi dari udara tersebut di alirkan ke dalam ruang bakar (combustion Chamber),bersamaan dengan masuknya udara bertekanan tinggi di kabutkan pula sejumlah bahan bakar (fuel) dan dibakar dengan penyalaan pertama dengan sparkplug (busi).
Hasil pembakaran yang berupa panas dan tekanan kemudian mendorong sudu-sudu (blade) turbine yang terdiri dari beberapa tingkatan sehingga turbine berputar untuk kemudian keluar melalui saluran buang (exhaust), hasil putaran turbine itulah yang digunakan untuk memutarkan propeller dan poros mesin.Proses tersebut terus berlangsung selama mesin hidup.
Bahan bakar mesin ini menggunakan Avtur (aviation turbine) yang merupakan bahan bakar utama mesin turbine, efisiensi panas yang dihasilkan dari pembakaran adalah 2/3 untuk memutar turbine dan compressor sedangkan 1/3 lagi untuk memutar reduction gearbox dan propeiier.
              Sedangkan untuk udara yang dihisap dan dipampatkan compressor efisiensinya adalah 25% untuk proses pembakaran dan 75% digunakan untuk pendinginan engine, khusus Casa 212 serie 200 menggunakan engine Garret TPE 331-10R dengan tenaga 900 Horse Power.Demikian sekilas mengenai Turbo Propeller Engine semoga bermanfaat dalam menambah wawasan kita.

Fuselage (badan pesawat)



FUSELAGE (BADAN PESAWAT TERBANG).
Fuselage atau badan pesawat merupakan satu dari lima bagian utama pesawat, berfungsi sebagai tempat pusat pengendali pesawat (cockpit), cabin dan pusat penghubung bagian-bagian utama lainnya yakni, sayap (wing), power plane (engine), landing gear (roda) dan empennage (bagian ekor).Terdapat beberapa macam jenis konstruksi fuselage yang dibuat oleh para perancang pesawat, yakni :
1.Konstruksi Open truss (pipe trush).
Konstuksi yang dibuat dengan pipa-pipa baja dan allumunium yang di las dan dirivet secara bersamaan membentuk bidang segitiga ataupun limas, setelah itu dibungkus dengan kain fabric ataupun lembaran allumunium, pipa-pipa itulah sebagai penopang utama beban yang timbul pada pesawat. Contoh konstruksi ini pada pesawat helly alluwet II.
2. Konstruksi Geodetic.
Konstruksi yang dibuat dengan menganyam saling silang pilah-pilah alumunium membentuk badan pesawat, yang kemudian dibungkus dengan kain fabric dan lembaran allumunium, anyaman inilah yang menjadi penopang beban yang timbul pada pesawat.Pada akhirnya konstruksi ini tidak berkembang karena banyak kelemahan dan sulitnya perawatan.
3. Konstruksi monocoque.
Konstruksi ini mengandalkan skin atau kulit pesawat sebagai penopang utama beban yang timbul pada pesawat, hanya bulkhead dan former sebagai penguat konstruksi, seperti pada kaleng minuman ringan, kulit atau skin menopang beban sepenuhnya sehingga rentan akan goresan dan tekukan sedikit saja yang dapat mengakibatkan kerusakan pada konstruksi.
4. Konstruksi Semi monocoque.
Konstruksi ini merupakan gabungan dari konstruksi-konstruksi sebelumnya, dan paling banyak digunakan pada pesawat terbang modern saat ini, mengandalkan kerangka utama yang terdiri dari longeroon, rib, former, bulkhead dan stringer yang kemudian di bungkus dengan lembaran allumunium yang diketatkan sebagai penopang beban yang timbul pada pesawat.
Demikian sekilas mengenai jenis-jenis dari konstruksi badan pesawat (fuselage) semoga dapat menambah perbendaharaan wawasan kita akan dunia penerbangan.

Pesawat Masa Depan






Perkembangan pesawat saat ini terus berjalan,seiring dengan perkembangan teknologi engine dan digital electronic, selain itu karena tuntutan lonjakan jumlah penumpang dan flexibilitas operasional untuk kenyamanan dan efektifitas dalam penggunaan energi bahan bakar. Penelitian dan percobaan desain selalu di kembangkan, diantaranya desain sayap terbang (flying wing),desain ini tidak memiliki bagian badan pesawat (fuselage)dan ekor (empennage)tetapi merupakan dua buah sayap yang digabungkan menyerupai senjata suku aborigin yakni Boomerang.

Desain ini sudah diterapkan pada pesawat militer milik USA, yakni BomberB-2, desain ini mampu meningkatkan kapasitas pesawat hingga 30%,hal ini karena bukan hanya badan pesawat yang dapat digunakan untuk tempat barang atau penumpang seperti pada pesawat yang sudah ada tetapi pada bagian sayap juga bisa di tempatkan untuk barang maupun penumpang.

Dengan demikian jumlah barang dan penumpang dapat diangkut lebih banyak dalam satu kali penerbangan, selain itu luas dari penampang sayap merupakan hal utama dalam pemberian dari gaya angkat (lift) pada pesawat, sehingga kemampuan itu dapat ditingkatkan dengan desain ini.Hal ini tentu saja dapat memperingan kerja engine dan otomatis dapat mengurangi pemakaian bahan bakar yang memang terbatas kesediaan nya di alam.Pesawat dengan desain ini harus memiliki konstruksi yang ringan namun kokoh dan memiliki gaya drag (gaya hambat)yang kecil, tentu saja juga dengan power engine yang kuat dengan pemakaian bahan bakar yang irit.

Hingga saat ini NASA terus melakukan pengkajian dalam desain pesawat ini, dengan karakteritis yang disebutkan diatas, baik dalam hal bahan komposit khusus untuk frame pesawat, sistem pressurizing cabin yang besar dan power engine yang tepat.Sehingga nantinya masalah lonjakan penumpang dan tingkat kenyamanan dapat terpenuhi.Demikian mengenai pesawat masa depan semoga bermanfaat...

Lintas kegiatan skuadron 600


Foto-foto kegiatan tugas dan latihan Skuadron 600



 Persiapan pelaksanaan mendukung terjun tempur yang dilakukan oleh PARA Marinir


Check kesiapan parasut sebelum onboard di pesawat


Over head !!!...Exiiit...Gooo!!!


Flash Iron, latihan bersama dengan US Marine


Menentukan koordinat saat SAR korban kapal tenggelam di banyuwangi


Simulasi Penebaran ranjau laut di selat madura


Persiapan terjun malam


Patroli bersama dalam kesatuan SSAT


Terbang formasi (Fly pass)


Kerjasama pemeliharaan alutsista dengan MMF, serahterima unsur selesai maintenance


Aircrew yang terlatih untuk selalu menjaga kesiapsiagaan alutsista


Selesai mendukung VIP KASAL dalam latihan Armada Jaya 2012


Menjaga kebersihan bersama-sama untuk kenyamanan tugas


Selalu semangat menyongsong tugas kedepan 


Rajawali laut yang tanggap, tanggon dan trengginas

Alutsista Skuadron 600






                   Alutsista (alat utama sistem senjata) yang digunakan oleh skuadron 600 semenjak berdirinya telah beberapa kali mengalami modernisasi, untuk menjawab tantangan tugas yang diemban yang selalu berubah sesuai perkembangan situasi dan kondisi kebutuhan keamanan negara.

                   Ada beberapa alutsista yang difungsikan oleh skuadron ini yakni :

1. DC-3 Dakota (Sudah di PUS).

2. DHC 5D Buffalo (Sudah di PUS).

   
3. NC-212 Casa Aviocar (digunakan sampai saat ini).



                     Dalam pelaksanaan tugas nya unsur ini diawaki oleh 2 pilot dan 3 Aircrew, mengemban misi latihan maupun misi utama, adapun misi yang diemban adalah:

1. Angkut VIP.


2. Angkut personel.





3.Evakuasi Medis Udara (EMU).

4.Search And Rescue. (SAR).





5.Penerjunan (droping).





6.Pengamatan laut terbatas (patroli maritim).





7.Dan tugas-tugas khusus lainnya seperti operasi khusus, dan misi kemanusiaan tanggap darurat 
   bencana alam (operasi militer bukan perang).

                    Demi menunjang keberhasilan misi-misi tersebut dilaksanakan secara rutin latihan-latihan (inservice training) dan pemeliharaan unsur sehingga dapat tercapai profesionalisme dan zero accident sesuai rencana dan program dari Wing Udara 1 dan PUSPENERBAL selaku pembina dan pengendali penerbangan TNI-AL.                                                                 


                                                                                          GEGANA PUSAKA SAMUDRA

Tugas Pokok Skuadron 600

                 Skuadron 600 adalah skuadron pelaksana pembinaan yang  bertugas pokok melaksanakan pembinaan kekuatan dan kemampuan tempur sesuai asasi dari unsur-unsur organiknya dalam bidang dukungan logistik cepat dan pengamatan laut terbatas, dalam rangka meningkatkan kemampuan tempur Wing Udara 1.

a. Menyusun dan melaksanakan rencana dan program dibidang pembinaan personil dalam rangka meningkatkan kemampuan kejuangan dan profesionalisme prajurit sesuai rencana dan program wing udara 1.

b. Menyusun dan melaksanakan rencana dan program latihan dalam tugas (inservice training) dan gladi tugas tempur tingkat 1 sampai tingkat 2 dalam rangka meningkatkan kesiapan tempur unsurnya sesuai rencana dan program wing udara 1.

c. Melaksanakan pembinaan administrasi latihan unsur-unsurnya guna terselenggaranya kegiatan organisasi tempur pesawat udara sesuai fungsinya.

d. Menyusun dan melaksanakan rencana jadwal olah guna dan olah pemeliharaan unsur-unsurnya sesuai rencana dan program wing udara 1.

e. Menyusun rencana kebutuhan material atau suku cadang pesawat udara sesuai norma bekal dalam rangka meningkatkan dan mempertahankan kesiapan teknis unsurnya sesuai rencana dan program wing udara 1.

f. Melaksanakan pembinaan administrasi dan logistik unsur-usurnya guna terselenggaranya kegiatan organisasi pembekalan dan sistem pemeliharaan terencana.

g. Melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan unsur-unsur lain didalam lingkungan wing udara 1, untuk kepentingan pelaksanaan tugas pokok.

h. Mengawasi, mengendalikan, dan mengevaluasi pelaksanaan programnya secara berhasil guna dan berdaya guna.

i. Mengajukan pertimbangan dan saran kepada Komandan Wing Udara 1 khususnya mengenai hal-hal yang berhubungan dengan bidang tugasnya.



                    Skuadron 600 dipimpin oleh Komandan Skuadron, yang dijabat oleh seorang perwira menengah TNI-AL  berpangkat Letnan Kolonel, yang bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban nya kepada Komandan Wing Udara 1